Daripenjelasan masing-masing teori pembangunan tersebut, teori modernisasi tidak cocok diterapkan di Indonesia. Hal ini dikarenakan konsep pembangunan masyarakat dengan teori modernisasi ini kurang mendasar pada masyarakat Indonesia. Modernisasi identik dengan pertumbuhan ekonomi, dan melupakan budaya yang membangun kehidupan
DiIndonesia sendiri, nasionalisme yang terjadi di masa perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia bisa lahir karena didorong oleh beberapa faktor antara lain yaitu: Baca Juga : Perlawanan Rakyat Maluku. Perluasan Pendidikan. Di tahun 1901 pemerintah Hindia Belanda menetapkan kebijakan “Politik Etis” yang terdiri dari:
NegaraIndonesia dengan Amerika Serikat punya sejarah yang panjang dalam menjalin hubungan diplomatik. Kedua negara sudah memupuk kerja sama selama 70 tahun lamanya ditandai dengan disahkan Kedubes AS di Jakarta pada tanggal 28 Desember 1949, dan Amerika sebagai negara adidaya tentu menjadi sasaran dalam mengembangkan politik
Ancamannonmiliter di bidang politik dapat bersumber dari luar maupun dalam negeri. Mengutip dari buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan oleh Yusnawan Lubis dan Mohammad Sodeli, ancaman dari luar dilakukan oleh suatu negara dengan melakukan tekanan politik terhadap Indonesia. Misalnya, intimidasi, provokasi, dan blokade politik.
Berikutini beberapa contoh dari Modernisasi di bidang politik : Dibentuknya PBB (Persatuan Bangsa Bangsa). Terciptanya organisasi politik disuatu negara. Terciptanya kerja sama antar negara di bidang tertentu. Terjadi hubungan bilateran dan multilateral antar negara bisa dengan mudah dilakukan. Baru-baru ini muncul ideologi-ideologi asing.
Dalambidang politik, adanya pengaruh modernisasi dan globalisasi dapat dilihat dari berkembangnya suatu tatanan kehidupan politik dan kenegaraan. Munculnya struktur yang khas untuk memenuhi fungsi-fungsi politik juga mengarahkan pada pembentukan birokrasi dan administrasi pemerintahan yang baru.
PengertianAncaman di Bidang Ideologi. Ancaman dalam bidang ideologi merupakan ancaman yang dapatmembahayakan pemikiran masyarakat sehingga juga mengancam falsafah negara. Ancaman ini melemahkan pemahaman rakyat mengenai ideologi bangsanya. Akibatnya, perilakunya mereka menyimpang dari ideologi negara. Ancaman
5Keuntungan Letak Geografis Indonesia dalam Berbagai Bidang. Letak geografis adalah letak suatu wilayah yang dilihat dari keadaan permukaan bumi dan kemudian didasarkan pada keadaan alam sekitar. Secara umum letak geografis suatu wilayah ditentukan dalam berbagai segi seperti segi astronomis, fisiografis, geologis dan sosial budaya. Secara
yangterjadi di masyarakat Indonesia baik di bidang politik, sosial, budaya, ataupun hankam. Manfaatkan berita-berita di media massa ataupun artikel-artikel di internet untuk mengerjakan tugas ini. Kemudian, analisislah faktor-faktor pendorong terjadinya perubahan tersebut. Tulislah hasilnya dalam bentuk uraian dengan gaya bahasa yang menarik.
Diantaranya: Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa . Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan
k6Mx.
Sosiologi Info - Apa saja Dampak Positif dan Negatif Modernisasi di Bidang Politik, Ideologi yang sering kita jumpai di kehidupan masyarakat sehari harinya ?Nah untuk menjawab pembahasan diatas mari simak penjelasan dan ulasannya berikut ini dengan seksama, yuk Itu Apa Sih ?Kita semua pasti tidak asing lagi dengan istilah modernisasi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari hari di masyarakat. Lantas apa sebenarnya pengertian mendasar dari modernsiasi tersebut ? Menurut Koentjaraningrat, dimana dilansir dari Faisal pengertian modernisasi adalah sebagai suatu usaha secara sadar yang dilakukan oleh suatu bangsa untuk menyesuaikan diri dengan konstelasi dunia pada suatu kurun tertentu diman bangsa itu menurut Harun Nasution mengatakan bahwa pandangannya meyebutkan pembaharuan yang kata modernisasi dengan arti terbaru, mutakhir, atau sikap serta cara berpikir dan bertindak dengan tuntutan kian begitu cepat masuk ke dalam semua sendi dan bidang kehidupan masyarakat. Mulai dari bidang ekonomi, sosial budaya, dan masih banyak semua kehidupan ini mendapatkan pengaruh dari adanya modernisasi yang ada di masyarakat dalam kesehariannya. Oleh karena itu, modernisasi juga membawa dampak dalam kehadirannya, serta memberikan pengaruh dan perubahan di masyarakat itu sendiri. Nah pada kesempatan kali ini kita hanya akan membahas dampak positif dan negatif khususnya di bidang politik serta ideologi yang punya saja dampaknya ? Simak ulasan dan penjelasan singkatnya dibawah ini agar dapat paham mengenai topik Modernisasi di Bidang Politik dan IdeologiBeberapa dampak yang bisa kita lihat dari adanya modernisasi di masyarakat, mulai dari dampak positif dan negatif, yaitu sebagai berikut Dampak PositifAda beberapa pengaruh atau contoh dampak dari suatu modernisasi di kehidupan masyarakat yaitu mulai dari 1. Dapat memberikan pengetahuan dan meningkatkan akan kesadaran masyarakat terhadap politik ataupun adanya kemudahan dalam mengakses berbagai informasi di media sosial, portal berita, dan berbagai kanal media lainnya. Membuat masyarakat punya pilihan yang banyak untuk mendapatkan pengetahuan seputar politik, ideologi dan demokrasi yang sedang terjadi di negaranya tersebut. Dengan akses informasi yang didapat maka masyarakat akan mudah dalam mempelajari, dan mengenal misalnya Pemilihan Umum atau Pemilu, mengenal Politisi, dan elit politik lainnya. Begitu juga masyarakat dapat menyampaikan saran, masukan, dan aspirasi mengenai berbagai hal yang ada di para pemangku kepentingan untuk mengambil kebijakan yang membuat manfaat kepada masyarakat Dapat mempermudah, mempercepat suatu kerjasama antar negara, melalui kerjasama bilateral, maupun negara di dunia yang tergabung dalam asosiasi atau perkumpulan untuk melakukan kerjasama yang menguntung antara ke dua belah berbagai lobi politik. Serta pertemuan pertemuan dunia yang juga dilakukan dalam pengambilan kebijakan saja seperti pasar bebas, yang menjadi produk adanya modernisasi karena keterlibatan politik di dalamnya. Dan masih banyak lagi dampak positif dari adanya modernisasi di bidang politik maupun ideologi pada suatu negara. 3. Dapat menegakannya nilai nilai dari demokrasi yang ada 4. Begitu juga dalam upaya meningkatkan suatu hubungan diplomatic antara negara di dunia akibat adanya modernisasi Akan mendorong adanya suatu konsolidasi demokrasi di banyak negara yang dilakukan, dan mendapatkan dukungan dari negara sahabat atau negara Pemerintah dapat langsung berinteraksi dan mengambil tindakan dengan adanya modernisasi karena akses di media sosial begitu ketika ada isu yang viral maka pemerintah atau negara mesti cepat hadir dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya. Kita sendiri pasti sudah menyaksikan bagaimana pengaruh yang besar akan media sosial atau modernisasi ini sehari membuat pemerintah membuat media sosial untuk mempermudah komunikasi dan menyampaikan informasi kepada khalayak merespon apa yang menjadi keluhan warga kepada pemimpinnya, seperti bupati, wali kota, gubernur, bahkan hingga presiden Dapat mempermudah layanan publik kepada masyarakat, misalnya pelayanan administrasi yang kian simpel, fleksibel, dengan bantuan aplikasi dan dunia digital yang ada. Dampak NegatifAda beberapa pengaruh atau contoh dampak dari suatu modernisasi di kehidupan masyarakat yaitu mulai dari 1. Dimana negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam suatu proses pembangunan di negara orang bisa dan mampu dalam ikut serta memberikan pembangunan yang ada di masyarakat, tanpa keikutsertaan Akan menimbulkan kebebasan terhadap demokrasi itu karena masyarakat ingin mendapatkan akses, dan menyampaikan kritik dengan adanya batasan, pengekangan oleh negara yang dipegang para penguasa atau elit politik. Maka hal ini tentu akan menimbulkan gelombang akan kebabasaan tersebut. 3. Dapat memberikan ancaman terhadap demokrasi atau ideologi yang digunakan oleh negara, karena masyarakat mendapatkan akses informasi mengenai ideologi bisa saja dianggap cocok untuk diterapkan di negaranya, sehingga membuat masyarakat melakukan pembrontakan untuk merubah ideologi tersebut. 4. Dapat menghilangkan dan melunturkan ideologi suatu negara, misalnya saja di Indonesia, bagaimana ideologi Pancasila sudah jarang dilupakan sebagai suatu dasar pedomanan dan pandangan falsafah bangsa yang tidak diterapkan dalam kehidupan sehari hari di masyarakat. Nah itulah penjelasan dan pembahasan singkat mengenai topik artikel 11 Dampak Positif dan Negatif Modernisasi di Bidang Politik, Ideologi. Sumber Referensi Sosiologi Info
Modernisasi dalam Bidang Politik dan Ideologi Di Indonesia – Pada dasarnya politik ialah bidang yang berhubungan dengan kekuasaan power dan wewenang authority. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara politik berkaitan bersahabat dengan proses-proses yang berhubungan dengan kenegaraan dan ketatanegaraan, yang meliputi forum-lembaga negara, dasar pemerintahan, sistem pemerintahan, penyelenggaraan penyeleksian biasa , dan lain sebagainya. pertanyaannya sekarang yakni, apakah yang dimaksud dengan kekuasaan power dan wewenang authority tersebut? Dalam setiap korelasi antarmanusia, baik yang bersifat individual maupun yang bersifat kelompok, selalu tersimpul unsur kekuasaan dan wewenang. Soerjono Soekanto mendefinisikan kekuasaan power selaku sebuah kesanggupan untuk mensugesti pihak lain berdasarkan kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Kekuasaan terdapat pada semua bidang kehidupan, ialah meliputi kesanggupan untuk memerintah dan menawarkan keputusan-keputusan yang secara pribadi maupun tidak eksklusif mensugesti langkah-langkah-tindakan pihak lain yang diperintah. Max Weber mengatakan bahwa kekuasaan merupakan suatu kesempatan seseorang atau sekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat akan kemauan-kemauannya sendiri, dengan sekaligus menerapkannya kepada langkah-langkah-tindakan perlawanan dari orangorang atau golongan-golongan tertentu. Kekuasaan mempunyai beragam sumber dan sekaligus bermacam-macam bentuk. Kekuasaan juga terdapat di mana-mana, dalam korelasi-hubungan sosial maupun dalam organisasi sosial. Namun demikian, pada umumnya kekuasaan yang tertinggi terletak pada organisasi negara, alasannya adalah secara formal negara mempunyai hak untuk melaksanakan kekuasaan tertinggi, bahkan negara dapat menerapkan tindakan kekerasan dan paksaan dalam rangka menjalankan peran pemerintahan. Kekuasaan yang terdapat dalam interaksi sosial, baik yang terjadi antara seseorang dengan seseorang, antara seseorang dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kalangan, mempunyai beberapa bagian sebagai berikut a. Rasa takut Perasaan takut terhadap seseorang akan mengakibatkan sebuah kepatuhan kepada segala kemauan dan langkah-langkah orang yang ditakuti tersebut. Perasaan takut bahwasanya ialah gejala jiwa yang bersifat negatif karena kepatuhan yang diwujudkan merupakan keterpaksaan. Pada biasanya orang yang mempunyai rasa takut akan berbuat apa saja sesuai dengan kehendak orang yang ditakuti tadi. Rasa takut juga mengakibatkan terjadinya peniruan terhadap sikap dan sikap orang yang ditakuti yang diketahui dengan perumpamaan matched dependent behavior. b. Rasa cinta Rasa cinta akan menghasilkan tindakan yang kasatmata yang diwujudkan dengan tindakan sukarela dalam rangka mengasyikkan pihak yang berkuasa. Rasa cinta sebaiknya dikembangkan dalam korelasi kekuasaan semoga tata cara kekuasaan yang dikerjakan mampu berlangsung dengan tertib dan teratur. c. Kepercayaan Kepercayaan timbul sebagai akibat dari kekerabatan langsung antara dua orang atau lebih yang bersifat asosiasif. Meskipun kepercayaan sering bersifat langsung, namun dogma juga mampu berkembang dalam korelasi organisasi yang luas. Kepercayaan rakyat kepada penguasa akan mampu melanggengkan penguasa tersebut dalam memegang kekuasaan. Sebaliknya, ketidakpercayaan rakyat terhadap penguasa akan melahirkan mosi tidak percaya yang dapat menjatuhkan penguasa. d. Pemujaan Kepercayaan yang berlebihan akan melahirkan pemujaan. Akibat dari pemujaan yakni adanya pembenaran terhadap segala langkah-langkah penguasa, walaupun langkah-langkah penguasa tersebut betul-betul salah. Keempat bagian di atas sering digunakan oleh penguasa untuk dapat melakukan kekuasaannya. Sebagaimana kekuasaan, wewenang juga mampu dijumpai di mana-mana. Wewenang ialah sebuah hak yang sudah ditetapkan dalam tata tertib sosial untuk memutuskan kebijaksanaan, menentukan keputusan-keputusan perihal dilema-persoalan penting dan untuk menuntaskan pertentangan-kontradiksi. Seseorang yang mempunyai wewenang akan bertindak selaku pemimpin atau pembimbing bagi banyak orang. Dengan demikian, kekuasaan tanpa wewenang merupakan kekuasaan yang tidak sah sebab tidak memiliki otoritas untuk menjalankan kekuasaannya. Adapun bentuk-bentuk wewenang antara lain sebagai berikut a. Wewenang kharismatis, tradisional, dan rasional legal Max Weber mengemukakan bahwa perbedaan antara wewenang kharismatis, tradisional, dan rasional didasarkan pada korelasi antara tindakan dengan dasar aturan yang berlaku. Wewenang kharismatis ialah wewenang yang didasarkan atas kharisma atau suatu keahlian khusus yang ada pada diri seseorang selaku anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Wewenang kharismatis condong bersifat irasional karena tidak dikelola oleh kaidahkaidah tertentu. Wewenang tradisional merupakan wewenang yang dimiliki oleh seseorang karena adanya ketentuan-ketentuan tradisional. Sedangkan wewenang rasional ialah wewenang yang disandarkan pada tata cara hukum yang berlaku dalam penduduk . b. Wewenang resmi dan tidak resmi Wewenang resmi ialah wewenang yang sistematis dan rasional yang diperoleh secara resmi berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku. Sedangkan wewenang tidak resmi ialah wewenang yang terdapat pada kelompok-kalangan yang tidak resmi yang diperoleh secara impulsif, situasional, dan didasarkan pada faktor persahabatan maupun aspek kekeluargaan. c. Wewenang langsung dan teritorial Wewenang eksklusif ialah wewenang yang diperoleh menurut ikatan tradisi yang didasarkan atas solidaritas antara anggota-anggota kalangan. Wewenang teritorial ialah wewenang yang diperoleh menurut penguasaan terhadap daerah-kawasan tertentu. d. Wewenang terbatas dan menyeluruh Wewenang terbatas merupakan wewenang yang tidak mencakup semua bidang kehidupan, melainkan cuma terbatas pada bidang-bidang tertentu saja. Sedangkan wewenang menyeluruh ialah wewenang yang tidak dibatasi oleh bidang-bidang kehidupan tertentu. Ideologi merupakan sebuah rangkaian konsep harapan yang diemban dan diidamkan oleh sebuah kalangan, suatu golongan, sebuah gerakan, atau sebuah negara. Di dalam sebuah ideologi terdapat sistem desain yang dijadikan landasan dalam menunjukkan arah dan tujuan demi mempertahankan kelancaran hidup. Sistem politik dan ideologi yang terdapat dalam mengadakan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia senantiasa mengalami pembaharuan. Setiap pemimpin negara telah berbuat yang terbaik di zamannya. Meskipun demikian, dalam perkembangannya dijalankan beberapa langkah korektif demi melaksanakan pembaharuan pada tahap selanjutnya. Pemerintah Orde Lama mendapat koreksi dari pemerintah Orde Baru. Demikian juga selanjutnya, pemerintah Orde Baru mendapat koreksi dari pemerintah yang sekarang. Pemerintah kini juga masih direpotkan oleh aneka macam kritik dan koreksi agar terus melakukan pembenahan. Penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara telah barang tentu harus diubahsuaikan dengan suasana dan kondisi yang berkembang di kalangan rakyat. Pada zaman Orde Lama, hal mana tingkat pendidikan rakyat Indonesia secara lazim masih sangat minim, maka demokrasi yang diterapkan condong bersifat otoriter. Hal tersebut lebih disebabkan sebab ketersediaan sumber daya insan bermutu yang sangat sedikit. Pada zaman Orde Baru kehidupan demokrasi sedikit mengalami peningkatan yang ditandai dengan penyelenggaraan pemilu setiap lima tahun sekali. Namun demikian, pada kurun Orde Baru kehidupan kepartaian tidak sebebas sekarang dengan alasan untuk menjaga stabilitas keselamatan nasional. Belakangan ini sangat gencar terdengar berita-gosip demokratisasi. Sebagian masyarakat menginginkan pelaksanaan demokrasi yang ideal, sebagaimana yang terjadi di negara-negara barat. Secara sederhana dapat dibilang bahwa demokrasi merupakan pemerintahan yang didasarkan atas kekuasaan rakyat atau yang populer dengan istilah goverment by rule by the people. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya demokrasi ialah tata cara pemerintahan yang mengikutsertakan rakyat dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Pelaksanaan demokrasi yang ideal harus disokong oleh mutu sumber daya manusia yang ideal juga. Mengingat, pengambilan keputusan dalam tradisi demokrasi sering diwarnai oleh suara yang terbanyak bukan bunyi yang bermutu. Pengambilan keputusan mirip itu bisa jadi akan menjerumuskan. Sebagai ilustrasi, pertimbangan yang tiba dari seratus orang buta huruf akan dianggap lebih memilih daripada usulan yang datang dari tiga puluh orang pakar. Padahal, secara rasional pendapat para pakarlah yang lebih baik meskipun jumlahnya tidak sebanyak yang lainnya. Itulah sebabnya, kehidupan demokrasi dalam metode politik di Indonesia mengalami berulang kali perubahan, yakni demokrasi parlementer atau dikenal juga dengan demokrasi liberal terjadi antara tahun 1945-1959, demokrasi terpimpin terjadi antara tahun 1959-1966, dan demokrasi Pancasila terjadi antara tahun 1966-kini. Pada kurun demokrasi parlementer atau demokrasi liberal, pemerintahan sering mengalami jatuh bangkit sebagai balasan dari terlalu dominannya dewan perwakilan rakyat dewan perwakilan rakyat dalam menentukan pemerintahan. Pemerintahan tidak dapat bekerja secara efektif selaku balasan dari adanya kontradiksi yang terjadi dalam badan partai politik sehingga Presiden Soekarno merasa perlu melakukan dekrit. Sementara itu, pada era demokrasi terpimpin terdapat beberapa penyimpangan kepada Pancasila dan UUD 1945 hingga mencapai puncaknya, yakni terjadinya bencana nasional yang berupa G30S/PKI. Pemerintah Orde Baru melaksanakan beberapa langkah pembaharuan, yaitu dengan menerapkan format demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila dapat didefinisikan selaku sebuah demokrasi yang dijiwai dan didasari oleh falsafah Pancasila. Semangat yang dibangun dalam demokrasi Pancasila yaitu semangat kekeluargaan. Penyelesaian duduk perkara politik dilaksanakan melalui lobi yang intensif untuk menghindarkan diri dari pertentangan pertimbangan dan perpecahan. Wakil-wakil rakyat diseleksi setiap lima tahun sekali melalui penyeleksian umum yang dikerjakan secara eksklusif, lazim, bebas, dan belakang layar. Kemajuan yang dicapai oleh pemerintah Orde Baru yakni terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia yang tertib dan dinamis menurut ideologi Pancasila. Perkembangan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara di Indonesia mesti disikapi sebagai suatu upaya untuk mencari format atau model demokrasi yang tepat bagi metode perpolitikan Indonesia, mengingat usia bangsa Indonesia yang relatif masih muda. Sekitar bulan Mei 1998, terjadi gejolak rakyat berupa agresi demonstrasi yang dijalankan secara besar-besaran untuk menuntut penyelenggaraan tata cara politik yang lebih demokratis. Aksi tersebut telah berhasil mendesak Presiden Soeharto untuk lengser. Para pengganti Presiden Soeharto, baik Habibie, Abdulrachman Wahid, maupun Megawati terus berusaha melaksanakan pembaharuan. Pembaharuan-pembaharuan tersebut sudah barang tentu tidak akan pernah selsai mengingat problem bangsa dan negara yang selalu meningkat . Pembaharuan dalam bidang politik mesti dijalankan secara terjadwal dan sistematis mengingat tantangan yang ada pada masa global dan masa isu yang makin berat. Sekian materi perihal Modernisasi Bidang Politik dan Ideologi Indonesia dari , agar berfaedah.